Budidaya Ikan Nila Merah
Ikan
nila merah merupakan salah
satu unggulan budidaya ikan
air tawar. Pasarnya cukup
menjanjikan, cepat besar dan
perawatannya tidak rumit.
Salah seorang petani tambak
yang menekuni budidaya ikan
nila merah adalah Baban
Supandi, di Kampung Cimahi,
Desa Cibaraja, Sukabumi, Jawa
Barat. Dia telah menekuni
usaha ini sejak sepuluh tahun
lalu.
Untuk
mencapai lokasinya dari kota
Sukabumi dapat mengambil
arah ke Kampung Cimahi,
Cibaraja.
Di tempat ini, budidaya ikan
nila merah dilakukan mulai
dari pemijahan hingga
pembesaran. Daur produksi
ikan nila merah sejak
pemijahan hingga siap jual
memakan waktu sekitar enam
bulan.
Sebelum dilakukan pemijahan
terlebih dahulu dilakukan
seleksi indukan, dengan cara
memilih induk jantan dan
betina yang telah siap
dikawinkan. Indukan dipilih
yang telah memiliki bobot
lebih dari setengan kilogram.
Indukan jantan memiliki
banyak sperma, sementara
indukan betina perutnya
buncit bulat dan telah matang
gonad.
Prosesnya perkawinan
dilakukan secara mono kultur
di kolam. Perbandingannya
satu indukan jantan membuahi
tiga indukan betina. Setelah
dilakukan proses pemijahan
akan diperoleh bibit ikan yang
ditempatkan di kolam
penampungan. Anakan ikan
yang dijadikan bibit yang telah
berumur dua hingga tiga
bulan, dengan panjang antara
dua hinga lima inchi.
Selain dibesarkan sendiri, bibit
ikan ini juga dijual ke petani
tambak di sekitar wilayah
Sukabumi dan juga ke petani
keramba terapung di Waduk
Cirata. Pembesaran ikan nila
merah dilakukan di kolam
permanent. Sebelum bibit ikan
ditebar kolam terlebih dahulu
diolah sehingga kaya unsur
hara. Caranya, kolam ditaburi
pupuk kandang dan pupuk
buatan.
Agar ikan cepat besar
pemberian pakan harus
dilakukan seara rutin dua kali
sehari, pagi dan sore hari.
Pakannya berupa pelet dan
dedak. Ikan nila merah hasil
budidaya disini dipasarkan ke
wilayah Sukabumi, Bogor
hingga ke Jakarta. Harganya di
pasaran cukup stabil sekitar 10
ribu rupiah per kilogram
.